Minggu, 19 Oktober 2014

"_AKU lah Sang Arjuna Pemilik Tahta Bumi Mayapada_ Nubuat."

INDONESIA Raya_

 
KARAWANG MAKALANGAN_
" KARAWANG PANGKAL PERJUANGAN, LAMBANG KEJAYAAN NEGERI_"
(SUKATANI_ Carnaval / 14 September 2014 m_ Action Mission Succes !.)
*****
PESAN LANGIT:_
"INGATLAH PERAHU NUH SUDAH TAMPAK DEKAT, MAKA SEBAIKNYA KALIAN BERHENTI DARI BERENANG KARENA AIR BAH AKAN MEMBINASAKAN KALIAN SEMUA !, JANGAN JADI RAKYAT BODOH SEPERTI KERBAU, BERHENTILAH JIKA KALIAN INGIN SELAMAT, INI ADALAH NUBUAH_ 124 Ahmadalfaqir. (_ Telah datang suatu kebenaran dan yang bathil itu dilenyapkan, sungguh yang bathil itu akan disegerkan dibinasakan !, Qs, Alisra,,81.)"

INDONESIA Raya_
( /20 Oktober 2014 m _ PEMUTIHAN. s.d 31 Maret 2019 m_ RAYA.)


Burung Garuda Pancasila Sakti.
Puisi
Judul Puisi: Wahai Burung Garuda Saktiku.,,,
Karya: Ahmadalfaqir. Tatang Revan Affandie, _ Karawang.

“Wahai Burung Garuda Saktiku.,,,”
“ Wahai Burung Garuda Saktiku.,,,
Seperti yang Engkau tahu
Bahwa Aku dari Sejak dahulu kala
Sampai dikeadaan waktu ini
Masih tetap berdiri kokoh dan tegap
Di atas Bapak. Pandu tanah persada Ibu Pertiwi,
Dan akan tetap selalu terus berdiri sampai tak berujung waktu.

Burung Garuda Saktiku.,,,
Aku melihat dengan jelas,
Jelas yang sejelas-jelasnya
Diantara dua bola mata-Mu ada Air Mata
Yang Khendak menetes Mengalir Menjadi Aer Dharma Kerakhmatan,
Menjadi obat Penawar untuk Rumput semak belukar
Agar kembali menjadi Pohon Tiin dan Jaitun
Berbuah Khuldi yang Rasanya Manis Anyleng dan Lezat sekali,
(Oleh-oleh dari Revolusi Kedewatan_ red.)

Burung Garuda Saktiku.,,,
Engkau akan terus diatas Puncak Ketinggian selalu
Tetap menyatu bersama Warna Jingga dilangit Lintang Gytara,
Memancarkan Cahaya “Kayas” dari dalam dadamu
Bersinar tanpa henti
Membaur bersama Sinar Mentari yang Kekal Abadi.

Burung Garuda Saktiku.,,,
Sesungguhnya Jagad Raya Alam raya dikemestaan
Sejak zaman dahulu kala hingga Masa tak terhingga
Jagad Raya Se-Mesta akan selalu berada dalam paruhmu,
Dan Sang. Surya _ Sang. Murubening Alam Raya akan selalu
Berada pada kedua Mata Kaki insani_  Manusia Indonesia Sejati.
Menjadi Rakhmat dan kerakhmatan bagi alam Indonesia Raya ini.

Oh.,,, Burung garuda Saktiku.,,,
(Hasil Kajian Kehidupan pertanggal tahun September 2012. Tatang Afandi.)
Ternyata Benar ….
Mereka masih tertidur lelap, lelap-selelap lelapnya,
Bahkan diantara mereka ada yang mengigau sambil mabuk  keras.
( Mengidap penyakit Gila yang susah untuk disembuhkan_ Sukaaarooo.,,,)
Tapi biarlah tidak menjadi Mengapa.,,,
Biarkan saja mereka Gila sampai pada waktunya tiba,
dan pulang untuk Kembali ketempat kehidupannya yang kekal Abadi,
Hidup untuk Kehidupan serta Penghidupannya yang sentausa untuk Hidup selama-lamaya.

Burung Garuda Saktiku.,,,
Biji[h.] (biji) yang Engkau berikan kala itu,
Kini telah menjadi Pohon Padi
Telah Aku semai dan tanam kembali
Disawah Bengkok Sukatani
(Benih Padi Aku namai_ Padi. Sana Jatiwangi_ Sacral.)
Pohon Padi.Sana Jatiwangi yang kini telah menguning dan berisi
Sebentar lagi Akan menjadi Bibit,
dari tunas-tunas Baru Pemimpin Negeri Indonesia Raya diesok hari.”
[Revolusi Kedewatan_ Misi: Action Success, iedul Buddha.]

Puisi ini ditulis ketika jalan-jalan Ke Monas_ Jakarta.
(Posisi:  Jakarta_Monas Menghadap Air mancur, Lampu hijau Menuju Stasiun kota.)
(Selasa, 23 Oktober 2012 Pukul. 22.00 Wib Monas_Jakarta. Tatang Afandi_Karawang.)


 “INDONESIA RAYA"

Puisi
Judul Puisi: “INDONESIA RAYA_ Negeri Kami yang Asri Kekal abadi.”
Karya: Ahmadalfaqir. Tatang Revan Affandie, _Karawang.
(Puisi Penegas dari Habisnya Masa Penanggalan Surajawa (1) yaitu: )
(tentang sampainya pada Laku taun wolu wawu kapitu/1945 (2012m)_Sacral TAMMAT.)
(Mengenai tentang Kepemimpinan Negeri Indonesia Raya diesok hari_)
[“Menyongsong Indonesia Raya Madani 2020.”]
(Pemimpin atas Kerakyatan Indonesia Raya: Presiden_ Sang. Ratuadil Maha Bijaksana.)
(Pembenar dari Ramalan Kedelapan Jayabaya_2012 Masehi_tentang Hakikat Satria Piningit.)
Indonesia Raya adalah Negeri yang Baik sebagai Anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Puisi Pernyataan Sikap atas sebuah Kepemimpinan Inonesia Raya diesok hari.,
 “INDONESIA RAYA_ Negeri Kami yang Asri Kekal abadi.”
Karya: Ahmadalfaqir. Tatang Revan Affandie, _Karawang.


INDONESIA RAYA_ Negeri Kami yang Asri Kekal Abadi.

Wahai Saudaraku yang Sebapak Seibu Indonesia Raya.,,,
Jikalau Sekalian masih merasa
Bahwa Indonesia Raya bukanlah Rumahmu yang abadi
Bumi Mayapada ini Negeri yang Kekal tempatmu kembali Ke Kehadirat illahi Rabb,
Maka biarkanlah….
Kami yang Khendak Memperbaiki Keadaan Negeri  Indonesia ini
Memperkokoh Keadaan Negeri dengan Pikiran dan tenaga dengan sepenuh hati
Mempertaruhkan untuk melanjutkan dalam Hal Penghidupan Sepenuh Jiwaraga
Mempertahankan hidup sebagai Anugrah dari Tuhan yang Maha Kuasa
Sebagai bentuk Perwujudan Rasa syukur dari Sebuah Cita-cita dahulu Kalla
Bahwa Indonesia Raya adalah tempat yang Asri Kekal Abadi
Negeri yang Nyata sebagai tempat tinggal Yang Sejati bersinar terang Mentari
Taman Surgawi yang Penuh Damai, Penuh Tentrem Sejahtera Sentausa….
Tempat yang nyaman Sejuk sesejuk-sejuknya sejuk sampai masa takterhingga
Sebagai tempat bernaung Kembalinya insan-insan  Sejati.
(Indonesia Raya adalah Taman Surgawi  Bagi Hidupnya Manusia Indonesia Sejati seutuhnya.)

Negeri Indonesia Raya Ku….
Negeri Kerakyatan Indonesia Raya
Tempat tinggalnya Manusia Sejati Seutuhnya
Tempat Berkumpulnya  Insan-insan Pilihan Tuhan yang Maha Pengasih Pemurah,
Tempat tinggal yang Kekal abadi yang Asri hingga pada Masa tak bertepi….

Wahai Saudaraku Sebapak Seibu Indonesia Raya….
Mengenai tentang Hal-ihwal ini,
(jikalau sekalian Mengimani_ (tentang) Laku taun wolu Wawu kapitu_ Surajawa.)
Terimalah dengan Sepenuh Rasa Ikhlas dan Sepenuh Rasa Ridho (!!!.,),
Sekalian hendaklah membuat barisan dan berbalik kanan bubarkan barisan
(dan)  segerakan sekedar untuk Beristirahat….
Untuk berkasih-kasih di tanah Kelahiran kampung halaman
Bersama Sanak Saudaramu Sedarah yang selama ini Sekalian tinggalkan.
Istirahatlah,
dan berkasih-kasihlah sehingga Sekalian sampai pada Rasa Rokhmat.

Saudaraku Sebapak Seibu Indonesia Raya,
Percayalah….
Dengan Kehadirat Rakhmat dan Kerokhmatan Tuhan Yang Maha Kuasa,
Atas Kegemahripahan Bumi Mayapada Indonesia Raya ini….
Sudah dapat memberi  Rasa Kenyang disaat sekalian Berdiam diri.
Dan Mengenai Keberlanjutan tentang Hal Hajat Hidup Penghidupan diesok hari,
Sudah menjadi tanggung jawab kami (*_) sepenuhnya_
(Keberlanjutan tentang hidup dibumi Mayapada Indonesia Raya_ Sunnatullah.)
Bahwa di antara Aku dan Sekalian adalah Saudara Sejati
Mempunyai hak yang sama atas Penghidupan yang Sejahtera Sentausa
Hidup bersama penuh dengan rasa damai, Penuh tentram dan Menyenangkan.
Istirahatlah….
Dikeadaan ini Kami sedang akan selalu
Berjalan menuju Pulau harapan untuk dapat berlabuh pada Suatu Negeri
Negeri yang Asri Kekal Abadi_ Negeri Indonesia Raya Jagad Raya ini
Sebagai tempat hidup dan Penghidupannya insan-insan Indonesia diesok hari.
Indonesia Raya adalah Negeri Taman Surgawi.

Kepemimpinan Indonesia Raya_ Negeri Madani 2020.
(Pemimpin Kerakyatan Indonesia_ subjek Hakikat dari Hikmat Kebijaksanaan.)
(Pemimpin atas Kerakyatan_ Presiden NKRI Sang. Ratuadil Maha Bijaksana.)
(tertanggal Jum’at Pon. 29 Pasa 1945 Surajawa / 17 Agustus 2012  Masehi: )
(“(hari) Menggapai Negeri istana Kemerdekaan Abadi.”)
(tertanggal Jum’at Pon. 10 Besar 1945 / 26 Oktober 2012_ Sacral: iedul Buddha.)
(Laku taun wolu wawu kapitu / 1945 Surajawa (2012 m) Sacral _TAMMAT.)

Sumber:
Wangsit Wahyu Keprabon.
(Miliknya yang terkasih_ Kyai kalidaon. Adipati Kertabumi Singaperbangsa, Al’aziiz.)
(Galuh Mamnggungjaya_ Karawang )
Yang menerima:
Ahmadalfaqir. Tatang Revan Affandie,
Tertanggal:
Akad Kliwon. 1 Sapar 1943 Surajawa / Minggu. 17 Januari 2010 Masehi.

[(*.,,,Trijayasakti_ Sastrajinggakrama. Saja[h.].,)]
[Senen Legi. 9  Sura Ke-3, M_Pi/1946 Surajawa.]
[( Senin.  29  Oktober 2012 Masehi / 13 Besar 1945 Surajawa.)]


  “ Merenung sampai meminum Aer Kemakrifatan.”

Puisi
Judul Puisi: “ Merenung sampai meminum Aer Kemakrifatan.”
Karya: Ahmadalfaqir. Tatang Revan Affandie, _Karawang.

“ Merenung sampai meminum Aer Kemakrifatan.”

Merenung….
Mengumpulkan Segenap Kesadaran Jiwa
Dibawah tiang Kebesaran Sang. Saka Bendera Pusaka Merahputih
Hingga Raga seutuhnya
Terbang tinggi bersama Burung Garuda Pancasila Sakti
Melihat Nusantara yang elok Nan-jelita.,
Di atas Seantero Khatulistiwa Jagad Raya.,

Nusantara.,,,
Adalah Bapak. Pandu tanah persada Indonesia
Bumi putera dari ibu pertiwi Indonesia Raya
Yang menjadi orang tua kandung sejati Kerakyatan Indonesia.,

Kerakyatan Indonesia.,,,
Adalah Saudara Sekandung Sedarah dari Rahim Ibu Pertiwi Indonesia Raya
Dari aliran darah Bapak. Pandu tanah persada Indonesia
Maka Kerakyatan Indonesia sudah sepatutnya….
Bahwa diantara Saudara Sejati harus Saling Mengasihsayangi,
Menjaga dan Merawat Nusantara dengan sepenuh segenap Jiwa dan Raga.,

Wahai Kerakyatan Indonesia.,,,
Hiduplah dengan Penuh Rasa Damai,
Agar sampai pada Hakikat Rasanya Rokhmat_
Yaitu Hidup Penuh dengan Rasa Lezatnya Rasa Rakhmat
(Hidup penuh tentrem, Sejahtera Sentausa.)
Sampai pada dikehidupan Rokhmat tenang Bathin yang tiada tara.,

Kerakyatan Indonesia.,,,
Sudahkah Engkau Merenung ?.,,,
Hingga dirimu Mengalir dengan Penuh Sadar Segenap Jiwaraga
Sampai pada dikeberadaan dasarnya Samudra lautan jawa
Menjadi Hakikat dari Kupu-kupu yang cantik dan menawan
Yang selalu menari riang diatas Bunga ditaman telaga  Al-kautsar
Meminum lezatnya madu Bunga diwaktu fajar
Menjadi Pribadi Sejati dari Hakikat biji[h.] padi yang Menguning dan Berisi
Yang akan selalu tumbuh pada Sawah ladang terang Benderang
Bersama embun padi warnanya akan selalu tampak Keemasan
Memancarkan Sinar berkilauan Keemasan sepanjang zaman.

Wahai Kerakyatan.,,,
Jikalau dirimu Khendak….
Sekedar Merenung sambil berjalan keketepian menuju tempat Keabadiaan
Bersungguh-sungguhlah sampai pada pelabuhan pulau Harapan,
Semoga Engkau mendapat teman Sejatimu diperjalanan
Menuntun hingga Meminum Aer Kemakrifatan.
Semoga….

[(*.,,,Trijayasakti_ Sastrajinggakrama. Saja[h.].,)]
[Akad Kliwon. 8 Sura Ke-3, M_Pi/1946 Surajawa.]
[(Minggu. 28 Oktober 2012 Masehi / 12 Besar 1945 Surajawa.)]


 “ Sinar Mata Jelita yang Abadi.”

Puisi
Judul Puisi: “ Sinar Mata Jelita yang Abadi.”
Karya: Ahmadalfaqir. Tatang Revan Affandie, _Karawang.

“ Sinar Mata Jelita yang Abadi.,”

Dikehadirat Rakhmat,
Rokhmat dan Kerakhmatan Kerokhmatan-Nya
Mata Ku yang Jelita
Yang tak pernah ditinggalkan oleh Awas-Nya
Sehingga akan selalu dapat Melihat dengan Jelas
Bersinar hingga berzaman-zaman
Menjadi  Sumber  hidup pada Kehidupan dikeabadian.,

Mataku yang Jelita.,,,
Yang telah sedang selalu akan tetap bersinar
Mengiringi Kehidupan hidupnya insani diatas hamparan tanah lapang
Sebagai Cahaya terang Aer Dharma Kerakhmatan
Menjadi pijakan di Bumi Pertiwi
Bagi insan-insan Tuhan Pilihan
Hidup dalam Penghidupan di Alam Kerokhmatan.,

Mataku yang Jelita.,,,
Yang tetap akan selalu bersinar terang sepanjang zaman
Adalah Cahaya dari dasarnya Lohmahfudz laut jawa
Sebagai dari Segaranya hidup pada Zamrud Khatulistiwa Semesta Shidhratulmuntaha.,

Oh.,,, Mataku yang jelita,
Dengan Awas Sinar-Nya menembus terangnya Jiwa
Menjadikan Benderang penuh damai Sejahtera Sentausa
Menjadi Hakikat Rasa Rokhmat,
Menjadi Hakikat Rasa Rakhmat,
Menjadi Hakikat Rasa Nikmat dan
Menjadi Hakikat Rasa Lezat.,

Wahai Mataku yang Jelita.,,,
Yang dari Sinarmupun mengikat dan menyatu
Bersama Air Danau Segara Sungai Taman Firdaus
Menjadi Madu manis pada Rasa Aer Telaga Al-Kautsar
Sebagai Penghidupan agar Hidup Kekal bagi  Para insani  Akhir Zaman.,

Oh.,,, Mataku yang Jelita….
Adalah Mata Sumber Cahaya Kehidupan
Yang selalu Melihat dengan Sifat Awasnya
Bersinar terangbenderang menembus diketerangan
Bersinar Mengikuti Haluan
Berkedip Beraturan dalam Kelopak Mata Kemestaan.,

Mataku yang Jelita.,,,
Yang dengan Sinar Benderang Mu
Akan selalu terjaga,
Akan selalu jaga,
Akan selalu dijaga dan Menjaga
Bersama Sinar Rembulan Purnama dan Bintang Pajar
Dirimu akan selalu tetap Jelita sampai waktu zaman masa tak terhingga.,,
Sinar Mu Kekal tak bertepi
Memancar sebagai Cahaya Segara hidup pada Kehidupan Sejagad Raya
Seraya takjub, Menyatu dalam Ke-Esaan di Kemestaan.

[(*.,,,Trijayasakti_ Sastrajinggakrama. Saja[h.].,)]
[Akad Kliwon. 8 Sura Ke-3, M_Pi/1946 Surajawa.]
[(Minggu. 28 Oktober 2012 Masehi / 12 Besar 1945 Surajawa.)]

                                                     TATANG  AFANDI_ KARAWANG.
                                                         Internet; google: Spirit Of Tatang.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar