Selasa, 30 Oktober 2012

Issu_ Pemilu Presiden RI NKRI 2014 Batal. Catatan Revolusi Kedewatan_ iedul Buddha.



Issu_
PEMILU Presiden RI 2014_ Batal !.
PEMILU2014, Batal  Karena tidak ada Calonnya,
Sebab tidak adanya Capres 2014, PEMILU Batal Dilaksanakan.

@Subjek Presiden RI 2014 adalah Hikmat Kebijaksanaan,
Penegas dari Laku Penegas Pancasila Ke-4 (Laku Pancasila Sakti / 2012 UUD 1945 /4.
“Kerakyatan dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan.,,,_ Pancasila Ke-4.
Pemimpin Kerakyatan adalah Subjek Hakikat dari Hikmat Kebijaksanaan,
Pimpinan Atas Kerakyatan Indonesia adalah Presiden_ Sang. Ratuadil Maha Bijaksana.

Melihat Indonesia Di esok hari.
INDONESIA TUTUP BUKU.
[(*Indonesia Babak Baru_)]
Tertanggal. Jum’at Pon. 10 Besar 1945 Surajawa (26 Oktober 2012 Masehi.)
“Menggapai Negeri Istana Kemerdekaan Abadi.”
Tertanggal. Jum’at Pon. 29 Pasa 1945 Surajawa (17 Agustus 2012 Masehi.)
Dirgahayu RI Ke-67_ Sacral.
(Laku taun Wolu Wawu Kapitu Laku Penanggalan Surajawa 1945_ Sacral TAMMAT.)
“Indonesia Tutup Buku.”
“Menyongsong Indonesia Raya Madani 2020.”
(Pembenar tentang Ramalan Kedelapan Jayabaya_ Satriya Piningit.)
Pimpinan Kerakyatan Indonesia adalah Subjek Hakikat Hikmat Kebijaksanaan,
Pimpinan Atas Kerakyatan Indonesia Raya adalah Presiden Sang. Ratuadil Maha Bijaksana.
Indonesia_ Negeri Toyyibatunnwarobbunnghofuur.2020.




BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIIM.
Salam Galuh Lestari,
Demi Mempercepat Mewujudnya_
(Pancasila,5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.)
Sebagai tujuan Akhir Negara Indonesia yang tertulis Pada Undang-undang Dasar 1945 Alenia Ke-4 yaitu Mewujudnya Suatu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Maka_Rakyat Bangsa Indonesia /Kerakyatan_,
(Pancasila Ke-4_ Kerakyatan yang di Pimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan_,),
Kerakyatan Indonesia hanya dapat di Pimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan.,
Penegas_ Hikmat Kebijaksanaan;_,
Hikmat Kebijaksanaan adalah Derajat Harokat Tasdid pada lapad ‘Azza dan Jallaaa.,,,
yang menjadi Sifat DerajatNya Tuhan Yang Maha Esa, ., 
Yaitu Sangyangwidi. Yang Maha Agung tur Maha Mulia.,
Maka pada Masa_PERADABAN INDONESIA, menjelang Pemilihan Umum 2014, untuk menentukan, Pemimpin (Atas) Kerakyatan Bangsa Indonesia /Presiden RI/NKRI_,(Presiden Masa Depan RI 2020 adalah @Subjek dari Hakekat Hikmat Kebijaksanaan_ Presiden Sang. Ratuadil Maha Bijaksana.

Presiden RI NKRI 2020.
Pemimpin atas Kerakyatan Presiden 2020 adalah  Sang. Ratuadil Maha Bijaksana.(*
Seorang Bakal Calon Presiden RI/NKRI harus menjadi Hakekat dari Hikmat Kebijaksanaan, Yaitu Seorang Bakal Calon Presiden RI/NKRI Pemilu 2014, Harus Memiliki Kreteria yang di sebut dibawah ini:

Kriteria Bakal Calon Presiden RI NKRI Masa Depan.
1. Memiliki Akhlak yana Mulia,
2. Memiliki Derajat Agung, Berwibawa, dan Gagah Berani,
3. Matanya mampu melihat kehidupan Rakyat,
4. Telinganya mampu mendengar jeritan persoalan  Ekonomi Rakyat,
5. Memiliki Rasa Cintakasih, Kasihsayang, dan Berbuat Welas asih,
6. Berlaku  Maha Adil dalam setiap Kebijaksanaannya,
7. Bersikap Maha Bijaksana dalam setiap Kebijakan Ketugasannya,
8. Sehat Lahir Bathin,
9. Maha Jujur,
10. Maha di percaya Membawa Amanat Rakyat,
11. Memiliki Otak Maha Cerdas,
12. Memiliki Pengetahuan Sifatnya Maha tahu,
13. Berlaku Adil dan Bersikap Maha Bijaksana Kepada Seluruh Rakyat Bangsa Indonesia,
14. Harus Makrifafat kepada Dzat_Nya  Tuhan Yang Maha Kuasa,
15. Harus sudah Sidiq_Awas pada Rasulullah_ Sudah Menjadi Fujinya Tuhan Yang Maha Kuasa.


Demikian harap menjadi maklum.
Sekiranya menjadi Perhatian Yang sifatnya Khusus Bagi Kerakyatan Indonesia.
Salam Galuh Lestari Sejahtera Sentausa.

Sumber:
Wangsit Wahyu Keprabon_
Sumber : Wangsit Wahyu Keprabon
Wangsit Milik yang terkasih_
Galuh Karawang Mbah. Kyai Kalidaon. Raden. Adipati Kertabumi. Singaperbangsa, Al-‘Aziiz.
tertanggal. Minggu kliwon. 17 Januari 2010 Masehi / 1 Sapar 1943 Surajawa,
yang menerima : Ahmadalfaqir. Tatang Revan Affandi, S.Pop. Saja[h.]./ Galuh KRAWANG.
@.n_Pemilik Wangsit Wahyu Keprabon.
Saya (aku,) Rakyat Karawang, Jawabarat, INDONESIA.
Hormat Saya,

ditandatangani denganmaterai Rp.6.000,-.
Ahmadalfaqir. Tatang Revan Affandie, S.Pop. Saja[h.]
Kerakyatan Indonesia.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar