Minggu, 28 Oktober 2012

"Merenung sampai meminum Aer Kemakrifatan_ Puisi Keabadian_ Catatan Revolusi Kedewatan_ iedul Buddha."


Puisi
Judul Puisi: “ Merenung sampai meminum Aer Kemakrifatan.”
Karya: Ahmadalfaqir. Tatang Revan Affandie, S. Pop. Saja[h.]_Karawang.


“ Merenung sampai meminum Aer Kemakrifatan.”

Merenung….
Mengumpulkan Segenap Kesadaran Jiwa
Dibawah tiang Kebesaran Sang. Saka Bendera Pusaka Merahputih
Hingga Raga seutuhnya
Terbang tinggi bersama Burung Garuda Pancasila Sakti
Melihat Nusantara yang elok Nan-jelita.,
Di atas Seantero Khatulistiwa Jagad Raya.,

Nusantara.,,,
Adalah Bapak. Pandu tanah persada Indonesia
Bumi putera dari ibu pertiwi Indonesia Raya
Yang menjadi orang tua kandung sejati Kerakyatan Indonesia.,

Kerakyatan Indonesia.,,,
Adalah Saudara Sekandung Sedarah dari Rahim Ibu Pertiwi Indonesia Raya
Dari aliran darah Bapak. Pandu tanah persada Indonesia
Maka Kerakyatan Indonesia sudah sepatutnya….
Bahwa diantara Saudara Sejati harus Saling Mengasihsayangi,
Menjaga dan Merawat Nusantara dengan sepenuh segenap Jiwa dan Raga.,

Wahai Kerakyatan Indonesia.,,,
Hiduplah dengan Penuh Rasa Damai,
Agar sampai pada Hakikat Rasanya Rokhmat_
Yaitu Hidup Penuh dengan Rasa Lezatnya Rasa Rakhmat
(Hidup penuh tentrem, Sejahtera Sentausa.)
Sampai pada dikehidupan Rokhmat tenang Bathin yang tiada tara.,

Kerakyatan Indonesia.,,,
Sudahkah Engkau Merenung ?.,,,
Hingga dirimu Mengalir dengan Penuh Sadar Segenap Jiwaraga
Sampai pada dikeberadaan dasarnya Samudra lautan jawa
Menjadi Hakikat dari Kupu-kupu yang cantik dan menawan
Yang selalu menari riang diatas Bunga  ditaman telaga  Al-kautsar
Meminum lezatnya madu Bunga diwaktu fajar
Menjadi Pribadi Sejati dari Hakikat biji[h.] padi yang Menguning dan Berisi
Yang akan selalu tumbuh pada Sawah ladang terang Benderang
Bersama embun padi warnanya akan selalu tampak Keemasan
Memancarkan Sinar berkilauan Keemasan sepanjang zaman.

Wahai Kerakyatan.,,,
Jikalau dirimu Khendak….
Sekedar Merenung sambil berjalan keketepian menuju tempat Keabadiaan
Bersungguh-sungguhlah sampai pada pelabuhan pulau Harapan,
Semoga Engkau mendapat teman Sejatimu diperjalanan
Menuntun hingga Meminum Aer Kemakrifatan.
Semoga….

[(*.,,,Trijayasakti_ Sastrajinggakrama. Saja[h.].,)]
[Akad Kliwon. 8 Sura Ke-3, M_Pi/1946 Surajawa.]
[(Minggu. 28 Oktober 2012 Masehi / 12 Besar 1945 Surajawa.)]




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar